THOUSANDS OF FREE BLOGGER TEMPLATES »

Senin, 15 Juni 2009

Pentingnya Logging



Logging adalah teknik untuk mengambil data-data dari formasi dan lubang sumur dengan menggunakan instrumen khusus. Pekerjaan yang dapat dilakukan meliputi pengukuran data-data properti elektrikal (resistivitas dan konduktivitas pada berbagai frekuensi), data nuklir secara aktif dan pasif, ukuran lubang sumur, pengambilan sampel fluida formasi, pengukuran tekanan formasi, pengambilan material formasi (coring) dari dinding sumur, dsb.



logging tool

Logging tool (peralatan utama logging, berbentuk pipa pejal berisi alat pengirim dan sensor penerima sinyal) diturunkan ke dalam sumur melalui tali baja berisi kabel listrik ke kedalaman yang diinginkan. Biasanya pengukuran dilakukan pada saat logging tool ini ditarik ke atas. Logging tool akan mengirim sesuatu “sinyal” (gelombang suara, arus listrik, tegangan listrik, medan magnet, partikel nuklir, dsb.) ke dalam formasi lewat dinding sumur. Sinyal tersebut akan dipantulkan oleh berbagai macam material di dalam formasi dan juga material dinding sumur.



Pantulan sinyal kemudian ditangkap oleh sensor penerima di dalam logging tool lalu dikonversi menjadi data digital dan ditransmisikan lewat kabel logging ke unit di permukaan. Sinyal digital tersebut lalu diolah oleh seperangkat komputer menjadi berbagai macam grafik dan tabulasi data yang diprint pada continuos paper yang dinamakan log. Kemudian log tersebut akan diintepretasikan dan dievaluasi oleh geologis dan ahli geofisika. Hasilnya sangat penting untuk pengambilan keputusan baik pada saat pemboran ataupun untuk tahap produksi nanti.
Logging-While-Drilling (LWD) adalah pengerjaan logging yang dilakukan bersamaan pada saat membor. Alatnya dipasang di dekat mata bor. Data dikirimkan melalui pulsa tekanan lewat lumpur pemboran ke sensor di permukaan. Setelah diolah lewat serangkaian komputer, hasilnya juga berupa grafik log di atas kertas. LWD berguna untuk memberi informasi formasi (resistivitas, porositas, sonic dan gamma-ray) sedini mungkin pada saat pemboran.


Mud logging adalah pekerjaan mengumpulkan, menganalisis dan merekam semua informasi dari partikel solid, cairan dan gas yang terbawa ke permukaan oleh lumpur pada saat pemboran. Tujuan utamanya adalah untuk mengetahui berbagai parameter pemboran dan formasi sumur yang sedang dibor.

http://m-darajat.blogspot.com/2009_01_01_archive.html

Proses Pengeboran

Bagaimana pengerjaan pemboran sumur dilakukan ?

Pemboran sumur dilakukan dengan mengkombinasikan putaran dan tekanan pada mata bor. Pada pemboran konvensional, seluruh pipa bor diputar dari atas permukaan oleh alat yang disebut turntable. Turntable ini diputar oleh mesin diesel, baik secara elektrik ataupun transmisi mekanikal. Dengan berputar, roda gerigi di mata bor akan menggali bebatuan. Daya dorong mata bor diperoleh dari berat pipa bor. Semakin dalam sumur dibor, semakin banyak pipa bor yang dipakai dan disambung satu persatu. Selama pemboran lumpur dipompakan dari pompa lumpur masuk melalui dalam pipa bor ke bawah menuju mata bor. Nosel di mata bor akan menginjeksikan lumpur tadi keluar dengan kecepatan tinggi yang akan membantu menggali bebatuan. Kemudian lumpur naik kembali ke permukaan lewat annulus, yaitu celah antara lubang sumur dan pipa bor, membawa cutting hasil pemboran.

assSlide22

Mengapa digunakan lumpur untuk pemboran ?

Lumpur umumnya campuran dari tanah liat (clay), biasanya bentonite, dan air yang digunakan untuk membawa cutting ke atas permukaan. Lumpur berfungsi sebagai lubrikasi dan medium pendingin untuk pipa pemboran dan mata bor. Lumpur merupakan komponen penting dalam pengendalian sumur (well-control), karena tekanan hidrostatisnya dipakai untuk mencegah fluida formasi masuk ke dalam sumur. Lumpur juga digunakan untuk membentuk lapisan solid sepanjang dinding sumur (filter-cake) yang berguna untuk mengontrol fluida yang hilang ke dalam formasi (fluid-loss).

Mengapa pengerjaan logging dilakukan ?

Logging adalah teknik untuk mengambil data-data dari formasi dan lubang sumur dengan menggunakan instrumen khusus. Pekerjaan yang dapat dilakukan meliputi pengukuran data-data properti elektrikal (resistivitas dan konduktivitas pada berbagai frekuensi), data nuklir secara aktif dan pasif, ukuran lubang sumur, pengambilan sampel fluida formasi, pengukuran tekanan formasi, pengambilan material formasi (coring) dari dinding sumur, dsb.

Logging tool (peralatan utama logging, berbentuk pipa pejal berisi alat pengirim dan sensor penerima sinyal) diturunkan ke dalam sumur melalui tali baja berisi kabel listrik ke kedalaman yang diinginkan. Biasanya pengukuran dilakukan pada saat logging tool ini ditarik ke atas. Logging tool akan mengirim sesuatu “sinyal” (gelombang suara, arus listrik, tegangan listrik, medan magnet, partikel nuklir, dsb.) ke dalam formasi lewat dinding sumur. Sinyal tersebut akan dipantulkan oleh berbagai macam material di dalam formasi dan juga material dinding sumur. Pantulan sinyal kemudian ditangkap oleh sensor penerima di dalam logging tool lalu dikonversi menjadi data digital dan ditransmisikan lewat kabel logging ke unit di permukaan. Sinyal digital tersebut lalu diolah oleh seperangkat komputer menjadi berbagai macam grafik dan tabulasi data yang diprint pada continuos paper yang dinamakan log. Kemudian log tersebut akan diintepretasikan dan dievaluasi oleh geologis dan ahli geofisika. Hasilnya sangat penting untuk pengambilan keputusan baik pada saat pemboran ataupun untuk tahap produksi nanti.

Logging-While-Drilling (LWD) adalah pengerjaan logging yang dilakukan bersamaan pada saat membor. Alatnya dipasang di dekat mata bor. Data dikirimkan melalui pulsa tekanan lewat lumpur pemboran ke sensor di permukaan. Setelah diolah lewat serangkaian komputer, hasilnya juga berupa grafik log di atas kertas. LWD berguna untuk memberi informasi formasi (resistivitas, porositas, sonic dan gamma-ray) sedini mungkin pada saat pemboran.

Mud logging adalah pekerjaan mengumpulkan, menganalisis dan merekam semua informasi dari partikel solid, cairan dan gas yang terbawa ke permukaan oleh lumpur pada saat pemboran. Tujuan utamanya adalah untuk mengetahui berbagai parameter pemboran dan formasi sumur yang sedang dibor.

Mengapa sumur harus disemen ?

Penyemenan sumur digolongkan menjadi dua bagian:

Pertama, primary cementing, yaitu penyemenan pada saat sumur sedang dibuat. Sebelum penyemenan ini dilakukan, casing dipasang dulu sepanjang lubang sumur. Campuran semen (semen+air+aditif) dipompakan ke dalam annulus (ruang/celah antara dua tubular yang berbeda ukuran, bisa casing dengan lubang sumur, bisa casing dengan casing). Fungsi utamanya untuk pengisolasian berbagai macam lapisan formasi sepanjang sumur agar tidak saling berkomunikasi. Fungsi lainnya menahan beban aksial casing dengan casing berikutnya, menyokong casing dan menyokong lubang sumur (borehole).

Kedua, remedial cementing, yaitu penyemenan pada saat sumurnya sudah jadi. Tujuannya bermacam-macam, bisa untuk mereparasi primary cementing yang kurang sempurna, bisa untuk menutup berbagai macam lubang di dinding sumur yang tidak dikehendaki (misalnya lubang perforasi yang akan disumbat, kebocoran di casing, dsb.), dapat juga untuk menyumbat lubang sumur seluruhnya.

Semen yang digunakan adalah semen jenis Portland biasa. Dengan mencampurkannya dengan air, jadilah bubur semen (cement slurry). Ditambah dengan berbagai macam aditif, properti semen dapat divariasikan dan dikontrol sesuai yang dikehendaki.

Semen, air dan bahan aditif dicampur di permukaan dengan memakai peralatan khusus. Sesudah menjadi bubur semen, lalu dipompakan ke dalam sumur melewati casing. Kemudian bubur semen ini didorong dengan cara memompakan fluida lainnya, seringnya lumpur atau air, terus sampai ke dasar sumur, keluar dari ujung casing masuk lewat annulus untuk naik kembali ke permukaan. Diharapkan seluruh atau sebagian dari annulus ini akan terisi oleh bubur semen. Setelah beberapa waktu dan semen sudah mengeras, pemboran bagian sumur yang lebih dalam dapat dilanjutkan.

Untuk apa directional drilling dilakukan ?

Secara konvensional sumur dibor berbentuk lurus mendekati arah vertikal. Directional drilling (pemboran berarah) adalah pemboran sumur dimana lubang sumur tidak lurus vertikal, melainkan terarah untuk mencapai target yang diinginkan.

Tujuannya dapat bermacam-macam:

  1. Sidetracking: jika ada rintangan di depan lubang sumur yang akan dibor, maka lubang sumur dapat dielakan atau dibelokan untuk menghindari rintangan tersebut.
  2. Jikalau reservoir yang diinginkan terletak tepat di bawah suatu daerah yang tidak mungkin dilakukan pemboran, misalnya kota, pemukiman penduduk, suaka alam atau suatu tempat yang lingkungannya sangat sensitif. Sumur dapat mulai digali dari tempat lain dan diarahkan menuju reservoir yang bersangkutan.
  3. Untuk menghindari salt-dome (formasi garam yang secara kontinyu terus bergerak) yang dapat merusak lubang sumur. Sering hidrokarbon ditemui dibawah atau di sekitar salt-dome. Pemboran berarah dilakukan untuk dapat mencapai reservoir tersebut dan menghindari salt-dome.
  4. Untuk menghindari fault (patahan geologis).
  5. Untuk membuat cabang beberapa sumur dari satu lubung sumur saja di permukaan.
  6. Untuk mengakses reservoir yang terletak di bawah laut tetapi rignya terletak didarat sehingga dapat lebih murah.
  7. Umumnya di offshore, beberapa sumur dapat dibor dari satu platform yang sama sehingga lebih mudah, cepat dan lebih murah.
  8. Untuk relief well ke sumur yang sedang tak terkontrol (blow-out).
  9. Untuk membuat sumur horizontal dengan tujuan menaikkan produksi hidrokarbon.
  10. Extended reach: sumur yg mempunyai bagian horizontal yang panjangnya lebih dari 5000m.
  11. Sumur multilateral: satu lubang sumur di permukaan tetapi mempunyai beberapa cabang secara lateral di bawah, untuk dapat mengakses beberapa formasi hidrokarbon yang terpisah.

Pemboran berarah dapat dikerjakan dengan peralatan membor konvensional, dimana pipa bor diputar dari permukaan untuk memutar mata bor di bawah. Kelemahannya, sudut yang dapat dibentuk sangat terbatas. Pemboran berarah sekarang lebih umum dilakukan dengan memakai motor berpenggerak lumpur (mud motor) yang akan memutar mata bor dan dipasang di ujung pipa pemboran. Seluruh pipa pemboran dari permukaan tidak perlu diputar, pipa pemboran lebih dapat “dilengkungkan” sehingga lubang sumur dapat lebih fleksibel untuk diarahkan.

Apakah perforating ?

Perforasi (perforating) adalah proses pelubangan dinding sumur (casing dan lapisan semen) sehingga sumur dapat berkomunikasi dengan formasi. Minyak atau gas bumi dapat mengalir ke dalam sumur melalui lubang perforasi ini.

Perforating gun yang berisi beberapa shaped-charges diturunkan ke dalam sumur sampai ke kedalaman formasi yang dituju. Shaped-charges ini kemudian diledakan dan menghasilkan semacam semburan jet campuran fluida cair dan gas dari bahan metal bertekanan tinggi (jutaan psi) dan kecepatan tinggi (7000m/s) yang mampu menembus casing baja dan lapisan semen. Semua proses ini terjadi dalam waktu yang sangat singkat (17ms).

Perforasi dapat dilakukan secara elektrikal dengan menggunakan peralatan logging atau juga secara mekanikal lewat tubing (TCP-Tubing Conveyed Perforations).

(A) Perforating gun berisi shaped-charges diturunkan ke dalam sumur sampai ke formasi yang dituju.

(B) Shaped-charges diledakan membuat beberapa lubang di casing dan lapisan semen.

(C) Fluida formasi mengalir melalui lubang perforasi ini naik ke permukaan.

Apa artinya Well Testing ?

Well testing adalah metode untuk mendapatkan berbagai properti dari reservoir secara dinamis dan hasilnya lebih akurat dalam jangka panjang. Tujuannya:

  • Untuk memastikan apakah sumur akan mengalir dan berproduksi.
  • Untuk mengetahui berapa banyak kandungan hidrokarbon di dalam reservoir dan kualitasnya.
  • Untuk memperkirakan berapa lama reservoirnya akan berproduksi dan berapa lama akan menghasilkan keuntungan secara ekonomi.

Teknik ini dilakukan dengan mengkondisikan reservoir ke keadaan dinamis dengan cara memberi gangguan sehingga tekanan reservoirnya akan berubah. Jika reservoirnya sudah/sedang berproduksi, tes dilakukan dengan cara menutup sumur untuk mematikan aliran fluidanya. Teknik ini disebut buildup test. Jika reservoirnya sudah lama idle, maka sumur dialirkan kembali. Teknik ini disebut drawdown test.

Apakah tujuan stimulasi ?

Stimulasi (stimulation) adalah proses mekanikal dan/atau chemical yang ditujukan untuk menaikan laju produksi dari suatu sumur. Metode stimulasi dapat dikategorikan tiga macam yang semuanya memakai fluida khusus yang dipompakan ke dalam sumur.

Pertama, wellbore cleanup. Fluida treatment dipompakan hanya ke dalam sumur, tidak sampai ke formasi. Tujuan utamanya untuk membersihkan lubang sumur dari berbagai macam kotoran, misalnya deposit asphaltene, paraffin, penyumbatan pasir, dsb. Fluida yang digunakan umumnya campuran asam (acid) karena sifatnya yang korosif.

Yang kedua adalah yang disebut stimulasi matriks. Fluida diinjeksikan ke dalam formasi hidrokarbon tanpa memecahkannya. Fluida yang dipakai juga umumnya campuran asam. Fluida ini akan “memakan” kotoran di sekitar lubang sumur dan membersihkannya sehingga fluida hidrokarbon akan mudah mengalir masuk ke dalam lubang sumur.

Teknik ketiga dinamakan fracturing; fluida diinjeksikan ke dalam formasi dengan laju dan tekanan tertentu sehingga formasi akan pecah atau merekah. Pada propped fracturing, material proppant (mirip pasir) digunakan untuk menahan rekahan formasi agar tetap terbuka. Sementara pada acid fracturing, fluida campuran asam digunakan untuk melarutkan material formasi di sekitar rekahan sehingga rekahan tersebut menganga terbuka. Rekahan ini akan menjadi semacam jalan tol berkonduktivitas tinggi dimana fluida hidrokarbon dapat mengalir dengan lebih optimum masuk ke dalam sumur.

Apakah yang dimaksud dengan artificial lift ?

Artificial lift adalah metode untuk mengangkat hidrokarbon, umumnya minyak bumi, dari dalam sumur ke atas permukaan. Ini biasanya dikarenakan tekanan reservoirnya tidak cukup tinggi untuk mendorong minyak sampai ke atas ataupun tidak ekonomis jika mengalir secara alamiah.

Artificial lift umumnya terdiri dari lima macam yang digolongkan menurut jenis peralatannya.

Pertama adalah yang disebut subsurface electrical pumping, menggunakan pompa sentrifugal bertingkat yang digerakan oleh motor listrik dan dipasang jauh di dalam sumur.

Yang kedua adalah sistem gas lifting, menginjeksikan gas (umumnya gas alam) ke dalam kolom minyak di dalam sumur sehingga berat minyak menjadi lebih ringan dan lebih mampu mengalir sampai ke permukaan.

Teknik ketiga dengan menggunakan pompa elektrikal-mekanikal yang dipasang di permukaan yang umum disebut sucker rod pumping atau juga beam pump. Menggunakan prinsip katup searah (check valve), pompa ini akan mengangkat fluida formasi ke permukaan. Karena pergerakannya naik turun seperti mengangguk, pompa ini terkenal juga dengan julukan pompa angguk.

Metode keempat disebut sistem jet pump. Fluida dipompakan ke dalam sumur bertekanan tinggi lalu disemprotkan lewat nosel ke dalam kolom minyak. Melewati lubang nosel, fluida ini akan bertambah kecepatan dan energi kinetiknya sehingga mampu mendorong minyak sampai ke permukaan.

Terakhir, sistem yang memakai progressive cavity pump (sejenis dengan mud motor). Pompa dipasang di dalam sumur tetapi motor dipasang di permukaan. Keduanya dihubungkan dengan batang baja yang disebut sucker rod.

Apa yang dimaksud dengan Enhanced Oil Recovery

EOR merupakan teknik lanjutan untuk mengangkat minyak jika berbagai teknik dasar sudah dilakukan tetapi hasilnya tidak seperti yang diharapkan atau tidak ekonomis. Ada tiga macam teknik EOR yang umum:

  1. Merupakan teknik EOR yang paling popular. Seringnya menggunakan air panas (water injection) atau uap air (steam injection).
  2. Teknik chemical: menginjeksikan bahan kimia berupa surfactant atau bahan polimer untuk mengubah properti fisika dari minyak ataupun fluida yang dipindahkan. Hasilnya, minyak dapat lebih mudah mengalir.
  3. Proses miscible: menginjeksikan fluida pendorong yang akan bercampur dengan minyak untuk lalu diproduksi. Fluida yang digunakan misalnya larutan hidrokarbon, gas hidrokarbon, CO2 ataupun gas nitrogen.

Selain bahan bakar,apa saja yang dapat dibuat dari minyak dan gas ?

Ban mobil, disket komputer, kantung plastik, sandal, tali nilon, boneka, bandage, colokan listrik, crayon warna, atap rumah, skrin teras rumah, kamera, lem, foto, kapsul untuk obat, aspirin, pupuk, tuts piano, lipstik, jam digital, gantole, kacamata, kartu kredit, balon, shampo, bola golf, cat rumah, lensa kontak, antiseptik, piring, cangkir, tenda, deodorant, pasta gigi, obat serangga, CD, gorden bak mandi, pengering rambut, parfum, bola sepak, pakaian, krim pencukur jenggot, tinta, koper, pelampung, pewarna buatan, kacamata keselamatan, pakaian dalam, lilin, payung, mobil-mobilan, keyboard komputer, pengawet makanan, pulpen …. dan lain-lain tak terhitung lagi banyaknya.

http://rigscience.wordpress.com/2009/05/07/proses-pengeboran/

Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Perencanaan Pengangkatan Serbuk Bor.

Faktor-faktor ini sangat penting dalam operasi pemboran khususnya dalam pengangkatan serbuk bor. Menurut Ziedler, 1988, karena kompleksnya mekanisme pengangkatan serbuk bor, terdapat banyak faktor-faktor yang mempengaruhi pengangkatan serbuk bor oleh lumpur pemboran. Faktor-faktor tersebut terbagi dalam empat kategori, yaitu:

 Kecepatan lumpur di annulus
 Sifat fisik lumpur
 Sifat fisik serbuk bor
 Faktor mekanis

1. Kecepatan Lumpur di Annulus.

Lumpur pemboran yang digunakan untuk mengangkat serbuk bor, disirkulasikan dengan kekuatan pompa, dengan mengatur pompa kita dapat mengubah-ubah laju alir lumpurnya. Lumpur yang mengalir di annulus mempunyai kecepatan. Kecepatan lumpur dan ukuran annulus juga berpengaruh pada viscositas effektif, semakin tinggi kecepatan lumpur dan semakin sempit ukuran annulusnya, maka semakin kecil viscositas effektifnya, sehingga akan semakin memperbesar kecepatan slipnya.

1.1. Pola Aliran di Annulus

Menurut Millpark, 1991, pola aliran fluida ada dua yaitu laminer dan turbulen. Pada aliran laminer aliran fluida bergerak pada laju yang lambat, teratur dan geraknya sejajar dengan dinding pipa.

Pada aliran turbulen, fluida bergerak dengan kecepatan yang lebih besar dari aliran laminer dan partikel-partikel fluida bergerak pada garis-garis yang tidak teratur sehingga terdapat aliran berputar atau yang disebut juga dengan pusaran Eddie, dan arah gerakan yang terjadi sangat tidak teratur.

1.2. Bilangan Reynold (Reynold Number = Re)

Untuk menentukan pola aliran tersebut laminer atau turbulen, digunakan bilangan Reynold (re). Dari percobaan pada fluida Newtonian, diketahui bahwa untuk Re >3000 adalah turbulen, dan Re = 928  V D / ยต


Bandung

Kota Bandung adalah ibu kota provinsi Jawa Barat. Kota ini pada zaman dahulu dikenal sebagai Parijs van Java (bahasa Belanda) atau “Paris dari Jawa”. Karena terletak di dataran tinggi, Bandung dikenal sebagai tempat yang berhawa sejuk. Hal ini menjadikan Bandung sebagai salah satu kota tujuan wisata. Sedangkan keberadaan perguruan tinggi negeri dan banyak perguruan tinggi swasta di Bandung membuat kota ini dikenal sebagai salah satu kota pelajar di Indonesia.


Gedung sate

Bendera

Bendera Kota Bandung

Bendera yang digunakan oleh Kota Bandung adalah berdasarkan Surat Keputusan Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Sementara Kota Besar Bandung tanggal 8 Juni 1953, Nomor 9938/53.

Bentuk bendera tersebut adalah seperti yang tercantum pada diktum Keputusan tersebut di atas sebagai berikut:

  1. Bendera yang dipergunakan oleh Kota Besar Bandung adalah tiga bidang jalur mendatar, masing-masing berturut-turut dari atas ke bawah berwarna HIJAU, KUNING, dan BIRU.
  2. Perbandingan-perbandingan antara lebarnya dan jalur-jalur tersebut di bawah huruf 'a' urutan dari atas ke bawah adalah 2:1:1.
  3. Perbandingan antara panjang dan lebarnya berbeda itu 7:5.



Sejarah

  • 1488 - Bandung didirikan sebagai bagian dari Kerajaan Pajajaran.
  • 1799 - VOC mengalami kebangkrutan sehingga wilayah kekuasaannya di Nusantara diambilalih oleh pemerintah Belanda. Saat itu Bandung dipimpin oleh Bupati R.A. Wiranatakusumah II.
  • 1808 - Belanda mengangkat Herman Willem Daendels sebagai Gubernur Jenderal di Nusantara setelah ditinggalkan VOC.
  • 1809 - Bupati memerintahkan pemindahan ibu kota dari Karapyak ke daerah pinggiran Sungai Cikapundung (alun-alun sekarang) yang waktu itu masih hutan tapi sudah ada permukiman di sebelah utara.
  • 1810 - Daendels menancapkan tongkat di pinggir sungai Cikapundung yang berseberangan dengan alun-alun sekarang. “Zorg, dat als ik terug kom hier een stad is gebouwd!” (Usahakan, bila aku datang kembali ke sini, sebuah kota telah dibangun!”). Sekarang tempat itu menjadi titik pusat atau KM 0 kota Bandung.
  • 25 Mei 1810 - Daendels meminta bupati Bandung dan Parakanmuncang memindahkan ibukota ke wilayah tersebut.
  • 25 September 1810 - Daendels mengeluarkan surat keputusan pindahnya ibu kota Bandung dan sekaligus pengangkatan Raden Suria sebagai Patih Parakanmuncang. Sejak peristiwa tersebut 25 September dijadikan sebagai hari jadi kota Bandung dan R.A. Wiranatakusumah sebagai the founding father. Sekarang nama tersebut diabadikan menggantikan jalan Cipaganti, di mana wilayah ini menjadi rumah tinggal bupati sewaktu ibu kota berpindah ke alun-alun sekarang.
  • 24 Maret 1946 - Pembumihangusan Bandung oleh para pejuang kemerdekaan yang dikenal dengan sebutan 'Bandung Lautan Api' dan diabadikan dalam lagu "Halo-Halo Bandung".
  • 1955 - Konferensi Asia-Afrika diadakan pada tanggal 18 April 1955 di Gedung Merdeka yang dahulu bernama "Concordia" yang berlokasi di Jl. Asia Afrika, berseberangan dengan hotel Savoy Homann.
  • 2005 - KTT Asia-Afrika 2005
  • Pada tahun 2006 Bandung mendapatkan predikat kota terkotor dari pemerintah, hal ini bertalian erat dengan status darurat sampah yang sempat terjadi di Bandung pada tahun tersebut.

Geografi

Bandung terletak di koordinat 107° BT dan 6° 55’ LS. Luas Kota Bandung adalah 16.767 hektare. Kota ini secara geografis terletak di tengah-tengah provinsi Jawa Barat. Dengan demikian, Bandung mempunyai nilai strategis terhadap daerah-daerah di sekitarnya.

Kota Bandung terletak di ketinggian ±768 m di atas permukaan laut rata-rata (mean sea level). Daerah utara Kota Bandung pada umumnya lebih tinggi daripada daerah selatan. Rata-rata ketinggian di sebelah utara adalah ±1050 dpl, sedangkan di bagian selatan adalah ±675 dpl. Bandung dikelilingi oleh pegunungan yang membuat Bandung menjadi semacam cekungan (Bandung Basin).

Kota Bandung dialiri dua sungai utama, yaitu Sungai Cikapundung dan Sungai Citarum beserta anak-anak sungainya yang pada umumnya mengalir ke arah selatan dan bertemu di Sungai Citarum. Dengan kondisi yang demikian, Bandung selatan sangat rentan terhadap masalah banjir.

http://id.wikipedia.org/wiki/Kota_Bandung

Ambon


patung Christina Martha Tiahahu
Pahlawan wanita dari Ambon

Kota Ambon adalah ibu kota provinsi Maluku, Indonesia. Kota ini memiliki luas wilayah 377 km² dan berpenduduk sebanyak 206.210 jiwa (2000).

Dahulu kala Ambon dikenal sebagai kota yang indah, tenang dan aman tetapi sejak tahun 1999, kota ini merupakan ajang pertikaian antara beberapa pihak yang mengatas-namakan agama Kristen dan Muslim. Keadaan menjadi lebih parah dengan adanya pihak Laskar Jihad yang masuk dengan alasan perang agama dan pemberontak RMS yang memakai kesempatan untuk kembali mencoba membentuk negara baru. Banyak penduduknya yang mengungsi ke tempat lain akibat kejadian ini, namun belakangan ini ada upaya rekonsiliasi antara kedua kelompok.

Walikotanya untuk periode 2006 hingga 2011 adalah Markus Jacob Papilaja.

http://id.wikipedia.org/wiki/Pulau_Ambon


Sanana


Sanana adalah ibu kota dari Kabupaten Kepulauan Sula di Maluku Utara, Indonesia. Kota ini adalah hasil pemekaran wilayah yang berdasarkan SK Presiden No.1 Tahun 2003.

Sanana merupakan salah satu dari kecamatan yang ada di kabupaten kepulauan sula merupakan kecamatan yang sudah dibentuk sebelum adanya pemekaran kabupaten kepulauan sula. Berbeda dengan kecamatan – kecamatan lainnya. Dengan jarak kurang lebih 2,5 km dari pusat pemerintahan kabupaten kepulauan sula dan jarak dari pusat pemerintahan Propinsi Maluku Utara kurang lebih km. sebelah utara berbatasan dengan kecamatan mangoli timur ssebelah selatan berbatasan dengan laut banda, sebelah timur berbatasan dengan laut seram sedangkan sebelah barat berbatasan dengan kecamatan sulabesi barat. Ditinjau dari statusnya, kecamatan sanana terdiri dari 23 desa, adapun desa – desa tersebut adalah :

1. Malbufa 2. fukweu 3. pohea 4. mangon 5. fagudu 6. waibau 7. falahu 8. fatcei 9. fogi 10. wai - hama 11. wai – ipa 12. umaloya 13. pastina 14. wai – lau 15. wai – boga 16. soamole 17. wai – man 18. fat – iba 19. bega 20. waigoiyofa 21. baleha 22. fat – kauyon 23. wai – lia


luas wilayah kecamatan sanana adalah 429,44km, terdiri dari 23 kelurahan yang semuanya termasuk dataran rendah. Dari ke desa tersebut satu bukan merupakan daerah pantai sedangkan yang lainnya merupakan daerah pantai. Untuk lebih jelasnya mengenai kondisi geografos dan topografis dari masing – masing desa akan dipaparkan melalui tabel berikut ini ;

TABEL 4.1

LUAS WILAYAH MENURUT DESA DI KECAMATAN SANANA TAHUN 2006

No Desa Luas (km2) 1 Malbufa 6625 2 Fukweu 2011 3 Poehea 1936 4 Mangon 1165 5 Fagudu 150 6 Waibau 1159 7 Falahu 200 8 Fatcei 180 9 Fogi 1127 10 Wai – hama 1428 11 Wai – ipa 159 12 Umaloya 1334 13 Pastina 1033 14 Wai – lau 1992 15 Wai – boga 2424 16 Soamole 1541 17 Wai – man 1203 18 Fat – iba 2358 19 Bega 3402 20 Waigoiyofa 2819 21 Baleha 2911 22 Fat- kauyon 1691 23 Wai – lia 1816 Sumber : kecamatan sanana dalam angka 2006

Berdasarkan data pada tabel diatas, tampak bahwa desa malbufa memiliki wilayah terluas, sementara desa fagudu merupakan wilayah terkecil dari kecamatan sanana. Sementara itu mengenai kondisi topografis dari kecamatan sanana akan dipaparkan pada tabel 4.2 berikut ini:

TABEL 4.2 KONDISI TOPOGRAFIS MENURUT DESA DI KECAMATAN SANANA TAHUN 2006


NO DESA PANTAI BUKAN PANTAI DATARAN RENDAH 1 Malbufa 1 - 1 2 Fukweu 1 - 1 3 Pohea 1 - 1 4 Mangon 1 - 1 5 Fagudu 1 - 1 6 Wai – bau 1 1 7 Falahu 1 - 1 8 Fatcei 1 - 1 9 Fogi 1 - 1 10 Wai – hama 1 - 1 11 Wai – Ipa 1 - 1 12 Umaloya 1 - 1 13 Pastina 1 - 1 14 Wai – lau 1 - 1 15 Wai – boga 1 - 1 16 Soamole 1 - 1 17 Wai - man 1 - 1 18 Fat – iba 1 - 1 19 Bega 1 - 1 20 Wai – goiyofa 1 - 1 21 Baleha 1 - 1 22 Fat – kauyon 1 - 1 23 Wai – lia 1 - 1 Sumber ; kecamatan sanana dalam angka 2006 Berdasarkan data pada tabel ditas, tampak bahwa wilayah kecamatan sanana pada umumnya merupakan dataran rendah. Dua puluh dua (22) desa diantaranya merupakan wilayah pantai dan satu (1) wilayah lainnya yaitu desa waibau bukan pantai.

4.1.2. kondisi demografi Berdasarkan hasil registrasi yang dilakukan setiap 6 (enam) bulan sekali oleh aparat statistik, pada bulan agustus tahun 2005 tercatat penduduk sebanyak 34.119 jiwa yang terdiri dari laki – laki sebanyak 17.366 jiwa dan sebanyak 16.753 jiwa adalah perempuan. Dan tidak ada WNA di daerah kecamatan sanana. Selanjutnya mengenai komposisi penduduk menurut jenis kelamin dirinci per kelurahan akan dipaparkan pada tabel 4.3 berikut ini No Desa Laki – laki Perempuan Jumlah 1 Malbufa 889 880 1.769 2 Fukweu 342 319 661 3 Pohea 363 318 681 4 Mangon 2.050 1.841 3.891 5 Fagudu 1.228 956 2.184 6 Wai-bau 662 666 1.328 7 Falahu 1.297 1.122 2.419 8 Fatcei 1.239 1.470 2.709 9 Fogi 1.226 1.165 2.391 10 Wai – hama 501 569 1.070 11 Wai – ipa 858 839 1.697 12 Umaloya 633 708 1.341 13 Pastina 356 369 725 14 Wai – lau 955 1.014 1.969 15 Wai – boga 1.047 1.047 2.094 16 Soamole 381 379 760 17 Wai – man 351 324 675 18 Fat – iba 408 546 954 19 Bega 521 539 1.060 20 Wai – goiyofa 381 374 755 21 Baleha 891 612 1.503 22 Fatkauyon 388 385 773 23 Wai – lia 399 311 710 Jumlah 17.366 16.753 34.119 Sumber : kantor camata sanana dalam angka 2005 Dari data pada tabel diatas tampak bahwa perbandingan jumlah antara penduduk laki – laki dan perempuan pada masing – masing desa adalah seimbang atau tidak terdapat perbedaan jumlah yang signifikan.

Gambaran Pemerintah Kecamatan Sanana Pemerintah kabupaten kepulauan sula sebagai daerah otonom mempunyai kewajiban untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakatnya dengan memberikan pelayanan disegala bidang kepada masyarakat. Kegagalan dan keberhasilan pemerintah dalam mengemban mandat berupa penyediaan pelayanan public yang merupakan harapan seluruh stakeholders sangat ditentukan oleh keberhasilan dan kegagalan organisasi pemerintah daerah yang merupakan perangkat pemerintah dalam menyelenggarakan pelayanan public. Kecamatan sanana sebagai salah satu perangkat daerah tentu saja sangat dihara[akan kontribusinya terhadap keberhasilan penyelnggaraan pemerintahan, khususnya dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat. Kecamatan sanana sebagai perangkat daerah kabupaten kepulauan sula merupakan organisasi terdepan dalam memberikan pelayanan public. Ini berarti kecamatan menjalankan misi pelayanan yang diemban sebagai unsure lini.karena itu camat menjalankan tugas pokok, yaitu “ to do to act” artinya kegiatan camat beserta jajarannya bersifat operasional, memberikan pelayanan langsung kepada masyarakat. Kecmatan yang merupakan perangkat daerah terdekat dengan masyarakat akan lebih muda mengetahui tuntutan dan aspirasi masyarakat sekaligua memenuhinya. Karena itu menempatkan kecamatan sebagai pusat pelayanan ( close to the customer) merupakan persyaratan dalam menjamin efektifitas pelaksanaan pemerintahan daerah. Dalam pembahasan mengenai pelaksanaan tugas pokok dan fungsi kecamatan sebagai perangkat dearah, ini tentu saja tidak terlepas dari pembahasan mengenai institusi kecamatan itu sendiri, untuk itu perlu diketahui sekilas mengenai gambaran pemerintah kecamatan sanana.

Adapun perencanaan strategis yang ditetapkan yaitu : 1. Program / proyek terdukung dengan anggaran pemerintah daerah. 2. bertindak atas nama rakyat kesegala tingkat pemerintahan dan pihak lain. 3. mamainkan peranan

http://id.wikipedia.org/wiki/Sanana,_Kepulauan_Sula


Lirik Lagu Black Market Love-Superman Is Dead




Tattoos on my hand, music's on my mind, this will never end,
this black market love!
I wear second hand, hookers are my friend, this will never end,
this black market love!

Walking down walking down the streets of a thousand broken hearts
In the nation of disaster, never close your eyes
What they about the right and wrong, a question in my mind
For one thing that I'll be there..

So where will you, where will you, where will you go
When there's no one by your side, turn off the radio..
So where are you, where are you now?
The youth of mis-rejection..

Tattoos on my hand, music's on my mind, this will never end,
this black market love!
I wear second hand, hookers are my friend, this will never end,
this black market love!
(this is love, fight for love, this is love, fight for love this..black market love!)

Black Market Love

Brother sister don't you cry, don't ever lose your faith
We're born like this forever, we will never stop
What we love and we fighting for, and why we're standing here
That's one thing to remember

So where will you, where will you, where will you go
When there's no one by your side, turn off the radio..
So where are you, where are you now?
The youth of mis-rejection..

Tattoos on my hand, music's on my mind, this will never end,
this black market love!
I wear second hand, hookers are my friend, this will never end,
this black market love!
[this is love, fight for love, this is love, fight for love..this black market love!]

About Me

Foto saya
FaTni tu sesosok mahluk baeq,maniz,muTz,luChu,,rajin(rajin makan tidur,nonton,,bantuin mama,),,pinter,,menyenangkan,,,enak dipandang,cinta mama,papa dan keluarga terutama adikku satu-satunya(nu ganteng tea tiada tara wira...),,bercita-cita uTk putih Wlw tak mngkin,,,Slalu ceria,,,dan bahagya...narsiS.... narsis g jadi dosa klo jarang mah.. nah fatni termasuk manusia yang jarang narsis.. rendah ati dgn kta lain demikianlah.. Sok atuh yang mawu liat2 blog fatni.. da saia mah riDho...Ikhlas.. Sok ajjjjaaaa... CoZ Blog ini dibuat agar dapat berManfaat bagi sapa za yag butuh.. terutama wat nilai komputer.... seMoga pak beDol dibukakan pintu hatinya biar nilai fatni bagUzzz..Aaaamin...